KONSEP DASAR SISTEM
A. Definisi Sistem
Pada umumnya, suatu sistem terdiri dari
struktur dan proses. Sistem adalah
sekelompok komponen dan elemen yang digabungkan menjadi satu untuk mencapai
tujuan tertentu. Berikut ini adalah contoh dari beberapa
definisi sistem yang menekankan pada struktur,
elemen, atau blok bangunannya.
1. Suatu sistem adalah suatu kesatuan yang
terdiri atas interaksi subsistem yang berusaha mencapai tujuan (goal) yang sama
(Moscove dan Simkin, 1984).
2. Suatu sistem beroperasi dan
berinteraksi dengan lingkungannya untuk mencapai sasaran (objectives) tertentu,
suatu sistem menunjukkan tingkah lakunya melalui interaksi di antara
komponen-komponen dalam sistem dan di antara lingkungannya (Wu, 1984).
3. Suatu sistem adalah suatu kumpulan
komponen yang berinteraksi membentuk suatu kesatuan dan keutuhan yang kompleks
dalam tingkat tertentu untuk mengejar tujuan yang umum (Nash dan Roberts,
1984).
4. Suatu sistem adalah kumpulan interaksi
dari komponen-komponen yang beroperasi dalam suatu batas sistem. Batas sistem
akan menyaring tipe dan tingkat arus dari input serta output di antara sistem dengan
lingkungannya (Hicks Jr, dan Leininger, 1986).
5. Suatu sistem adalah suatu kumpulan dari
bagian-bagian yang ditata dan berinteraksi bersama-sama untuk melakukan suatu
fungsi (Blissmer, 1985).
B. Karakteristik Sistem
Suatu sistem mempunyai karakteristik atau
sifat-sifat tertentu, yailtu mempunyai komponen-
komponen (components), batas sistem
(boundary). lingkungan luar sistem (environments), penghubung (interface),
masukan (input), keluaran (outpur), pengolah (process), sasaran (objectives),
atau tujuan (goal).
1. Komponen Sistem
Suatu sistem terdiri dari banyak komponen
yang saling berinteraksi, yang berarti saling menyatu dan membentuk satu unit.
Komponen atau elemen sistem. Sistem dapat berupa subsistem atau bagian dari
suatu sistem. Setiap sistem, sekecil apa pun, selalu mengandung komponen atau
subsistem.
Setiap subsistem memiliki karakteristik
sistem yang melakukan fungsi spesifik dan memengaruhi seluruh proses sistem. Sistem
dapat memiliki sistem yang lebih besar dengan sistem suprasistem. Misalnya,
perusahaan dapat disebut sistem dan industri, yang merupakan sistem yang lebih
besar, yang disebut sistem super. Jika itu dianggap sebagai sistem oleh
industri. Perusahaan dapat disebut subsistem.
2. Batasan Sistem
Batas sistem adalah area terbatas antara
sistem dan sistem lainnya atau lingkungan luar. Keterbatasan sistem ini membuat
sistem terlihat sebagai satu kesatuan. Batas sistem menunjukkan ruang lingkup
(rentang) dari sistem itu sendiri.
3. Lingkungan Luar Sistem
Lingkungan luar dari suatu sistem adalah
apapun di luar batas dari sistem yang memengaruhi
operasi sistem. Lingkungan luar sistem
dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat
merugikan sistem tersebut. Lingkungan luar
yang menguntungkan merupakan energi dari
sistem dan harus tetap dijaga dan
dipelihara, sedangkan lingkungan luar yang merugikan
harus ditahan dan dikendalikan; kalau
tidak, hal itu akan mengganggu kelangsungan hidup
dari sistem.
4. Penghubung Sistem
Penghubung merupakan media penghubung
antara satu subsistem dan subsistem yang
lainnya. Melalui penghubung ini,
dimungkinkan sumber- sumber daya mengalir dari satu
subsistem ke subsistem yang lainnya.
Keluaran (output) dari satu subsistem akan menjadi
masukan (input) untuk subsistem yang
lainnya dengan melalui penghubung.
5. Masukan Sistem
Masukan Sistem adalah energi yang
dimasukkan dalam sistem. Masukan dapat berupa
masukan perawatan (maintenance input) dan
masukan sinyal (signal input). AMaintenance
input adalah energi yang dimasukkan supaya
sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input
adalah energi yang diproses untuk
didapatkan keluaran.
6. Luaran Sistem
Keluaran adalah hasil dari energi yang
diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang
berguna dan sisa pembuangan. Keluaran
dapat merupakan masukan untuk subsistem yang
lain atau kepada suprasistem.
7. Pengolah Sistem
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian
pengolah atau sistem itu sendiri sebagai
pengolahnya. Pengolah yang akan mengubah
masukan menjadi keluaran. Suatu sistem
produksi akan mengolah masukan berupa
bahan baku dan bahan-bahan yang lain menjadi
keluaran berupa barang jadi.
8. Sasaran Sistem
Suatu sistem mempunyai maksud tertentu.
Ada yang menyebutkan maksud dari suatu sistem
adalah mencapai suatu tujuan (goal) dan
ada yang menyebutkan mencapai suatu
dihubungkan dengan ruang lingkup yang
lebih luas dan sasaran dalam ruang lingkup yang
lebih sempit. Apabila merupakan suatu
sistem utama, misalnya sistem bisnis, istilah goal
lebih tepat diterapkan. Untuk sistem
akuntansi atau sistem-sistem lain yang merupakan
bagian atau subsistem dari sistem bisnis:
istilah objectives lebih tepat. Jadi, tergantung dari
ruang lingkup dari mana memandang sistem
tersebut.
C. Kasifikasi Sistem
1. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem
abstrak (abstract system) dan sistem fisik (physical system) Sistem abstrak
adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara
fisik. Misalnya, sistem teologia, yaitu sistem yang berupa pemikiran-pemikiran
hubungan antara manusia dan Tuhan. Sistem fisik merupakan sistem yang ada
secara fisik. Misalnya, sistem komputer, sistem akuntansi, dan sistem produksi.
2. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem
alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system) Sistem
alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam dan tidak dibuat manusia.
Misalnya, sistem perputaran bumi. Sistem buatan manusia adalah sistem yang
dirancang oleh manusia. Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi antara
manusia dan mesin disebut human-machine system atau ada yang menyebut dengan
man-machine system.
3. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem
tertentu (deterministic system) dan sistem tak tentu
(probabilistic system) Sistem tertentu
beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Interaksi di antara
bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti sehingga keluaran dari sistem
dapat diramalkan. Sistem komputer adalah contoh dari sistem tertentu yang
tingkah lakunya dapat dipastikan berdasarkan program-program yang dijalankan.
4. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem
tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system) Sistem tertutup
merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan
luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan
dari pihak di luarnya. Secara teoretis, sistem tertutup ini ada, tetapi
kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanyalah
relatively closed system (secara relatif tertutup, tidak benar-benar tertutup).
D. Pengendalian Sistem
1. Sistem Pengendalian Umpan Balik
Bentuk dasar dari sistem yang sederhana
terdiri atas masukan, pengolah, dan keluaran yang
tidak menyediakan suatu sistem
pengendalian. Sistem pengendalian umpan balik mempunyai empat komponen dasar sebagai
berikut :
a. Suatu karakteristik atau kondisi yang
dikendalikan diukur dari keluarnya.
b. Suatu
sensor (censor) yang mengukur karakteristik atau kondisi tersebut.
c. Suatu unit
pengendali (control unit) yang membandingkan hasil ukuran keluarannya. sensor
dengan suatu standar (standard).
d. Suatu unit
pengatur (activating unit) yang menghasilkan tindakan penyesuaian untuk masukan
selanjutnya.
2. Sistem Pengendalian
Umpan Maju
Sistem
pengendalian umpan maju (feed forward control system) diseba juga dengan
istilah positive feed back (umpan balik positif). Positive fea back mencoba
mendorong proses dari sistem supaya menghasilkan hal bali yang positif. Sistem
pengendalian umpan maju ini merupakan perkembang dari sistem pengendalian umpan
balik.
3. Sistem
Pengendalian Pencegahan
Kalau sistem pengendalian umpan balik mengendalikan keluarannya, sedangkan sistem pengendalian umpan maju mengendalikan prosesnya: sistem pengendalian pencegahan mencoba untuk mengendalikan sistem di muka sebelum proses dimulai dengan mencegah hal-hal yang merugikan untuk masuk ke dalam sistem.
Comments
Post a Comment