Organisasi File
Organisasi file secara tradisional dapat berupa apa organisasi file urut
(sequential file), file urut berindeks (indexed sequential file) atau sering
disebut juga dengan indexed sequential access method (ISAM) dan file akses
langsung (direct access file) atau disebut juga dengan file alamat langsung
(direct address file).
Organisasi file basis data mencoba meningkatkan struktur data supaya
integrasi data antara satu file dan file yang lainnya lebih meningkat dengan
menunjukkan hubungan dari data yang satu dengan data yang lainnya dalam file
yang lain. Organisasi file basis data dapat berbentuk struktur data berjenjang
(hierarchical data structure), struktur data jaringan (network data structure)
dan struktur data hubungan (relational data structure).
Data yang sudah direkam dengan pendekatan basis data dengan struktur
data hubungan (relational data structure), selanjutnya dapat diakses dengan
mudah oleh pemakai sistem. Paket yang mulai banyak digunakan untuk mengakses
data disebut dengan DMS (data management system).
A. Organisasi File Tradisional
Organisasi file dihubungkan dengan pengaturan dari record dalam file
secara fisik pada media simpanan luar. File dapat diorganisasikan secara urut
(sequential organization) atau secara acak (random organization). Pengaksesan
file dihubungkan dengan prosedur atau metode untuk mengakses record dari media
simpanannya. Biasanya pembahasan mengenai organisasi file menyangkut keduanya
seperti berikut:
1. File urut (sequential file) merupakan file dengan organisasi urut
(sequential organization) dan dengan pengaksesan secara urut (sequential
access)
2. File urut (indexed sequential file) atau sering disebut dengan
indexed sequential access
method (ISAM) merupakan file
dengan organisasi urut (sequential organization) dan dengan pengaksesan secara
langsung (direct access file).
3. File akses langsung (direct access file) atau disebut juga dengan
file alamat langsung (direct addres file) merupakan file dengan organisasi acak
(random organization) dan dengan pengaksesan secara langsung (direct access).
Organisasi file seperti ini disebut dengan organisasi file tradisional
atau konvensional.Disebut
demikian karena telah ada sebelum struktur basis data dikembangkan.
1. Organisasi File Urut
Dalam organisasi file urut, tiap-tiap disimpan dengan urutan
yang sudah tertentu. File urut ini kadang-kadang disebut juga sebagai file
datar (file flat) karena tidak memberikan hubungan record yang berjenjang.
2. Organisasi File Urut Berindeks
Dengan organisasi file urut berindeks, record diatur secara urut pada
media DASD. Untuk pengaksesannya secara langsung, tabel-tabel indeks perlu
dibuat untuk tujuan menunjukkan alamat dari masing-masing record yang akan
diakses. Sering kali tidak hanya sebuah tabel indeks yang dibuat, tetapi dapat
lebih dari sebuah tabel indeks secara mempercepat pencarian.
3. Organisasi File Akses Langsung
Dalam organisasi file akses langsung, record diletakkan tanpa memandang
urutannya. Tiap- tiap di SASD terletak pada alamat tertentu. Tiap-tiap record
dapat diakses tanpa harus membaca dari record pertama, tetapi yang dimaksud hal
ini dimungkinkan karena alamat dari record yang dikehendaki dapat ditentukan
terlebih dahulu.
B. Organisasi File Basis Data
Penekanan pada kegiatan pengolahan dn terletak pada kemampuannya untuk
mengakses data dengan cepat serta efisien dalam penggunaan media simpanan
luarnya. Faktor yang memengaruhi ini adalah organisasi dari file data.
Organisasi data secara konvensional dirasakan kurang mengena lagi karena
berorientasi pada file. Itu artinya data cenderung hanya berhubungan dengan
data yang lainnya dalam satu file, kurang ada hubungan dengan data lain yang
berada di file lain. Sebagai akibatnya, integrasi data dengan file yang lainnya
kurang dan sulit. Menyadari hal ini mulai dikembangkan metode-metode baru untuk
organisasi file yang lebih , yang kemudian dikenal dengan organisasi file basis
data.
C. Basis Data Management System
Data base management syistem (DBMS atau DMS) adalah paket perangkat
lunak yang kompleks digunakan untuk memanipulasi basis data. Banyak sekali
paket DBMS yang telah beredar. Untuk memilih paket mana yang tepat untuk
digunakan. Ada beberapa kriteria yang baru diikuti. Kriteria- kriteria paket
DBMS yang baik, di antaranya harus mudah digunakan, kemampuan membuka file pada
suatu saat secara serentak, kecepatan pengolahannya, kemampuan memodifikasi
struktur data, kemampuan indexing, mempunyai query language, kemampuan hubungan
dengan file yang lain, harga dari paket tersebut, serta dukungan purna jurnal apabila
ada versi yang lebih baru.
D. Database Administrator
Database administrator (DBA) adalah orang yang bertanggung jawab
terhadap penanganan basis data dalam suatu organisasi. Umumnya, DBA bertanggung
jawab terhadap area-area berikut.
1. Perancangan dan koordinasi secara keseluruhan dari database.
2. Mengembangkan skema.
3. Bertanggung jawab atas terhadap keamanan dari basis data.
4. Menentukan organisasi dari data.
5. Membuat dokumentasi sistem dan penggunaannya.
6. Menjadi penengah antara pemakai dan manajemen.
7. Melatih dan mendidik personel yang berhubungan dengan basis data.
8. Bertanggung jawab terhadap seluruh operasi dari sistem dasar data.
9. Penerapan terhadap DBMS.
10. Pengetesan dan pemeliharaan dari sistem basis data.
11. Menerapkan prosedur darurat dalam kasus terjadinya kegagalan sistem
atau kerusakan basis data.
Comments
Post a Comment